|
|
Konsisten Dong Tertibkan Gubuk Liar
Jumat, 28 Juli 2006, 02:49:12 WIBRakyat Merdeka. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu diminta untuk konsisten alias tidak angat-angat tai ayam dalam menertibkan gubuk-gubuk bertabir di pinggiran Danau Dendam Tak Sudah (DDTS). Konsistensi itu penting untuk mencegah jangan sampai gubuk-gubuk bertabur itu dibangun kembali oleh pedagang. Demikian pernyataan Ketua Yayasan Bengkulu Bangkit (YBB), Zulkarnain Dali, kepada Radar Bengkulu, Kamis (27/7).
"Kita setuju, tempat-tempat yang berpotensi menjadi ajang pembuatan mesum harus ditertibkan. Dan kita mendukung, pinggir danau itu bersih sehingga warga bisa menikmati pemandangan danau yang indah, baik pada pagi hari maupun sore hari. Tapi kita minta pemerintah konsisten," tukas Zulkarnain Dali.
Apalagi, lanjut Zulkarnain, citra masyarakat Lembak selama ini dikenal sebagai komunitas yang beradab dan religius. Itu bisa dilihat pada Mesjid Assyuhada, mesjid tua di Bengkulu yang berdiri di simpang Kompi dan makam H. Abdul Wahid (haji tua) di Ujung Tanjung (sekitar Pesantren Darussalam), penyebar agama Islam di masyarakat Lembak.
"Jelas, masyarakat Lembak tidak mungkin mendukung adanya perbuatan mesum. Hanya saja, karena yang berdagang juga masyarakat Lembak, kita serahkan kepada pemerintah untuk berbuat arif," tutur dosen STAIN ini.
Dukungan penertiban juga diungkapkan Ahmad Hamidi (29), warga Kelurahan Dusun Besar. "Warga jadi malas ke tempat rekreasi Danau Dendam karena harus belanja. Harganyapun sudah jauh dari kewajaran. Padahal, Danau Dendam milik bersama, bukan milik siapa-siapa," umpatnya kesal.
Sementara itu, salah satu pedagang di Danau Dendam yang enggan ditulis namanya mengaku hanya pasrah. "Tidak masalah dibongkar, asalkan semuanya dan adil," katanya. joe/ jpnn
kirim ke teman
print Baca juga: Tidak ada komentar tentang artikel ini.
|
|